image image image image
Tips Cara Belajar Efektif Untuk Menghadapi Ujian 1. Buat Suasana Belajar Yang Nyaman (kondusif) Banyak hal yang bisa buat suasana belajar menjadi nyaman. Kita bisa pilih lagu yang sesuai dengan mood kita. Tempat belajar juga bisa kita sesuaikan. Kalau sedang bosan di kamar bisa di teras atau di perpustakaan. Kuncinya jangan sampai aktivitas belajar kita mengganggu dan terganggu oleh pihak lain. Hal ini mengingat bahwa masing-masing anak memiliki gaya belajar sendiri-sendiri, sesuaikan dengan diri anda. 2. Pilih Waktu Belajar yang Tepat Waktu yang paling pas adalah pada saat badan kita masih segar. Memang tidak semua orang punya waktu belajar yang sama. Tapi biasanya, pagi hari adalah waktu yang tepat untuk berkonsentrasi penuh. Gunakan saat ini untuk mengolah materi-materi baru. Sisa-sisa energi bisa digunakan untuk mengulang pelajaran dan mengerjakan pekerjaan rumah. Jangan dibiasakan belajar dengan SKS (sistem  kebut semalam):D karena ini tidak memberikan manfaat tapi malah membuat kita lelah. 3. Kembangkan Materi Yang Sudah di Pelajari Jika kita sudah mengulang materi dan menjawab semua soal latihan, jangan langsung tutup buku. Cobalah kita berpikir kritis ala ilmuwan. Buatlah beberapa pertanyaan yang belum disertakan dalam soal latihan. Minta tolong guru untuk menjawabnya. Kalau belum puas, cari jawabannya pada buku referensi lain atau internet. Cara belajar ini mengajak kita untuk selalu berpikir ke depan dan kritis. Hal ini perlu dikembangkan karena selain melatih kita untuk berfikir kritis juga akan lebih mengingat dan memahami materi yang baru saja kita pelajari. Read the Full Story
DanzBase Competition 2014 ll GFAN MOG Malang Hallo Danzeerr Malang...Game Fantasia Mall Olympic Garden Kota Malang bakal menggelar Danz Base Competition, acara bakal di adakan pada hari Minggu, 26 Oktober 2014, Pukul 11.00 Wib sd selesai. Hadiah berupa Tropy, Uang Tunai, Voucher Pulsa, dan ratusan hadiah dari sponsor. Read the Full Story
Perkembangan Motorik Anak   Perkembangan motorik anak pada dasarnya bisa dibedakan menjadi dua, yaitu perkembangan motorik halus dan perkembangan motorik kasar. Perkembangan motorik sendiri adalah proses untuk mengasah kemampuan gerak anak (kemampuan motorik). Kemampuan motorik halus dikaitkan dengan perkembangan otot kecil dan koordinasi mata-tangan. Misalnya menggambar, menulis, menggunting kertas sesuai bentuk, bermain, dan lain-lain. Rangsangan dari orangtua sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus ini. Read the Full Story
Lomba Mewarnai GIO – GFAN Lippo Plasa Batu [caption id="" align="alignnone" width="682"] Lomba Mewarnai GIO - GFAN Lippo Plasa Batu[/caption] Rangkaian peringatan HUT RI ke 69 Game Fantasia Lippo Plasa - Kota Batu Malang,  mengadakan Lomba Mewarnai untuk Tingkat TK dan Kelompok Bermain KB, lomba diselenggarakan pada tanggal 31 Agustus 2014 bertempat di Game Fantasia Lippo Plasa Batu, Lomba yang diikuti lebih dari 1000 orang anak ini didukung juga oleh JATIM PARK 1, MUSEUM SATWA, SECRET ZOO, MERLION, MADU TJ, BIO VISON, NFC, Lippo Plasa Batu. Read the Full Story

Tips Cara Belajar Efektif Untuk Menghadapi Ujian

1. Buat Suasana Belajar Yang Nyaman (kondusif)

Banyak hal yang bisa buat suasana belajar menjadi nyaman. Kita bisa pilih lagu yang sesuai dengan mood kita. Tempat belajar juga bisa kita sesuaikan. Kalau sedang bosan di kamar bisa di teras atau di perpustakaan. Kuncinya jangan sampai aktivitas belajar kita mengganggu dan terganggu oleh pihak lain. Hal ini mengingat bahwa masing-masing anak memiliki gaya belajar sendiri-sendiri, sesuaikan dengan diri anda.

2. Pilih Waktu Belajar yang Tepat
Waktu yang paling pas adalah pada saat badan kita masih segar. Memang tidak semua orang punya waktu belajar yang sama. Tapi biasanya, pagi hari adalah waktu yang tepat untuk berkonsentrasi penuh. Gunakan saat ini untuk mengolah materi-materi baru. Sisa-sisa energi bisa digunakan untuk mengulang pelajaran dan mengerjakan pekerjaan rumah. Jangan dibiasakan belajar dengan SKS (sistem  kebut semalam):D karena ini tidak memberikan manfaat tapi malah membuat kita lelah.

3. Kembangkan Materi Yang Sudah di Pelajari
Jika kita sudah mengulang materi dan menjawab semua soal latihan, jangan langsung tutup buku. Cobalah kita berpikir kritis ala ilmuwan. Buatlah beberapa pertanyaan yang belum disertakan dalam soal latihan. Minta tolong guru untuk menjawabnya. Kalau belum puas, cari jawabannya pada buku referensi lain atau internet. Cara belajar ini mengajak kita untuk selalu berpikir ke depan dan kritis. Hal ini perlu dikembangkan karena selain melatih kita untuk berfikir kritis juga akan lebih mengingat dan memahami materi yang baru saja kita pelajari.

Baca Selengkapnya ...

DanzBase Competition 2014 ll GFAN MOG Malang

Hallo Danzeerr Malang…Game Fantasia Mall Olympic Garden Kota Malang bakal menggelar Danz Base Competition, acara bakal di adakan pada hari Minggu, 26 Oktober 2014, Pukul 11.00 Wib sd selesai.

Hadiah berupa Tropy, Uang Tunai, Voucher Pulsa, dan ratusan hadiah dari sponsor.

Baca Selengkapnya ...

Perkembangan Motorik Anak

 

Perkembangan motorik anak pada dasarnya bisa dibedakan menjadi dua, yaitu perkembangan motorik halus dan perkembangan motorik kasar. Perkembangan motorik sendiri adalah proses untuk mengasah kemampuan gerak anak (kemampuan motorik).

Kemampuan motorik halus dikaitkan dengan perkembangan otot kecil dan koordinasi mata-tangan. Misalnya menggambar, menulis, menggunting kertas sesuai bentuk, bermain, dan lain-lain. Rangsangan dari orangtua sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus ini.

Baca Selengkapnya ...

Stop Memberi Bedak pada Bayi

Meski beberapa ahli kesehatan sudah mengatakan bahwa bedak bayi bisa berisiko menyebabkan masalah pernapasan pada bayi, tapi masih saja ada ibu-ibu yang memakaikannya ke anak mereka.

American Academy  of Pediatrics  merekomendasikan untuk tidak menggunakan bedak bayi karena berisiko menyebabkan masalah pernapasan.

Bedak bayi dapat menyebabkan kesulitan bernapas dan kerusakan paru-paru serius jika bayi menghirup partikel dari bedak tersebut. Dan, partikel-partikel kecil itu akan semakin sulit dikendalikan jika sudah bercampur dengan udara luar (setelah digunakan).

Tak jarang, banyak bayi yang paru-parunya teriritasi. Bayi yang paling berisiko adalah bayi prematur, bayi dengan penyakit jantung bawaan, dan bayi yang memiliki RSV atau penyakit pernapasan. Oleh karena itu, agar lebih aman, hindari penggunaan bedak ke tubuh bayi Anda.

Baca Selengkapnya ...

Lomba Mewarnai GIO – GFAN Lippo Plasa Batu

Lomba Mewarnai GIO – GFAN Lippo Plasa Batu

Rangkaian peringatan HUT RI ke 69 Game Fantasia Lippo Plasa – Kota Batu Malang,  mengadakan Lomba Mewarnai untuk Tingkat TK dan Kelompok Bermain KB, lomba diselenggarakan pada tanggal 31 Agustus 2014 bertempat di Game Fantasia Lippo Plasa Batu, Lomba yang diikuti lebih dari 1000 orang anak ini didukung juga oleh JATIM PARK 1, MUSEUM SATWA, SECRET ZOO, MERLION, MADU TJ, BIO VISON, NFC, Lippo Plasa Batu.

Baca Selengkapnya ...

GFAN Pump it up IPF – Go To Korea 2014

Game Fantasia Indonesia bekerja sama dengan Indonesia Pump Festival, kembali mengadakan Lomba Pump It Up Fiesta 2 Go To Korea, Pemenang pada babak Penyisihan di Game Fantasia akan di ikut sertakan pada babak Final yang diselenggarakan di JIEXPO Jakarta pada bulan Oktober 2014..

Babak PENYISIHAN / category

JAWA TIMUR  (CATEGORY FREESTYLE)
Hari / Tanggal : Minggu, 14 September 2014
Pukul : 10.00 WIB
Tempat : Game Fantasia Kediri  Kediri Town Square
Jln. Hasanudin No. 2 Kediri

Baca Selengkapnya ...

17an di Game Fantasia

 

Peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia Ke 69 di rayakan hampir seluruh Rakyat Indonesia baik di Tanah Air maupun rakyat yang berada di Luar Negeri.

Game Fantasia Indonesia tidak mau ketinggalan, dalam rangkah memeriahkan HUT RI ke 69 cabang-cabang Game Fantasia mengadakan berbagai lomba dalam rangka menghibur dan menyambut HUT RI.

Baca Selengkapnya ...

Pentingnya interaksi sosial bagi anak usia 4 tahun

Tahukah Ibu bahwa pada usia 4 tahun, si Kecil memiliki kebutuhan untuk berinteraksi dengan teman sebaya?

Menurut Barbara A. Wasik, profesor pendidikan anak usia dini, pada usia 4 tahun, seorang anak sudah mulai bosan bermain dengan mainan yang dimilikinya. Ia pun lebih senang jika diajak untuk bermain bersama teman-teman sebaya.

Hal tersebut sebenarnya bagus, Bu! Apalagi, pada usia 4 tahun, sudah sepatutnya si Kecil beradaptasi dengan lingkungan dan teman-teman yang baru. Dengan berada di lingkungan yang baru, akan terjadi perubahan positif pada seorang anak, khususnya pada aspek bersosialisasi.

Sesuai pendapat Barbara A. Wasik, salah satu perubahan yang jelas terlihat adalah preferensi si Kecil dalam berteman. Sebelum bermain bersama, dia akan terlebih dahulu memilih teman yang dirasa cocok dengan kepribadiannya. Selain itu, dia pun mempunyai keinginan yang kuat untuk dapat dimengerti oleh orang-orang di sekitarnya.

Namun, tentunya perubahan pola interaksi ini memerlukan proses penyesuaian. Wajar saja Bu, mengingat dirinya baru berkenalan dengan konsep interaksi sosial. Jika dibayangkan, Si Kecil yang pada awalnya tidak perlu main secara bergantian kini harus berbagi mainannya. Belum lagi ditambah keterbatasan bahasa yang membuat dirinya sulit berinteraksi. Nah, inilah yang kemudian membuatnya mudah rewel jika keinginannya tidak dituruti.

Di sinilah peran Ibu dibutuhkan. Sebisa mungkin, berikan si Kecil pemahaman tentang pentingnya bermain bergiliran, berpikir sebelum bertindak, dan menghargai perasaan orang lain. Salah satu cara paling efektif adalah mengajaknya memikirkan konsekuensi dari tingkah lakunya. Jelaskan secara perlahan bahwa tindakannya dapat berdampak negatif bagi teman-temannya.

Memberi pengertian seperti ini memang tidak mudah ya Bu. Tapi bukan berarti kita menjelaskan sambil marah-marah atau sampai main tangan! Dikhawatirkan, hal ini justru membuatnya menjadi semakin frustasi dan enggan bersosialisasi. Oleh karena itu, alangkah baiknya jika Ibu dapat lebih bersabar dalam memberikan pengertian dan menghadapi si Kecil.

Lagi pula, dapat melihat si Kecil yang tumbuh dan bermain lepas tanpa tekanan sangatlah menyenangkan kok, Bu! Yuk, ajak dia bersosialisasi semenjak dini!

Baca Selengkapnya ...

Muhammadiyah Tetapkan 1 Syawal 1435 pada 28 Juli 2014


Lebaran 2014, 1 Syawal 1435 Hijriah jatuh pada 28 Juli. Penetapan tersebut dilakukan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Berdasarkan hisab hakiki wujudul hilal, Muhammadiyah menetapkan Hari Raya Idul Fitri 1435 H 1 Syawal 1435 Hijriah bertepatan dengan 28 Juli 2014.

Jika sesuai dengan kalender yang ada, artinya penetapan tersebut sama dengan versi pemerintah yang juga menetapkan Idulfitri pada 28 Juli 2014.

Baca Selengkapnya ...

Buka Puasa Bersama 1000 anak-anak Panti Asuhan

Pada bulan Ramadhan 1435H ini, kembali Game Fantasia mengadakan buka puasa bersama dengan 1000 Anak-anak Panti Asuhan, rangkaian kegiatan ini diadakan dicabang-cabang Game Fantasia seluruh Indonesia.

Baca Selengkapnya ...